Rabu, 15 November 2017

Indeks Harga



Menafsirkan Indeks Harga
Kita telah belajar menghitung indeks harga dengan berbagai metode. Masalahnya sekarang, sudah bisakah kita menafsirkan indeks harga yang sudah kita hitung? Jika belum, perhatikan tabel berikut ini.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSY-QdnJYeX_MZrs8i-58wTRNVbSje2d2aJtaM8DYCZeZwdLk7mzVAo1SYzYOtzHuU3epcdwzeg64sNm_8KeZqLUitcpUn487OioWp6ro75HsPEohD_FYy9Iw9La8h02Mo65vCHKUy4sQ/s320/bh.PNG

Catatan:
Dalam menafsirkan indeks harga, yang dipakai sebagai patokan adalah angka 100, karena indeks harga tahun dasar selalu bernilai 100.

Apabila tahun yang lain (bukan tahun dasar) indeks harganya di atas 100, berarti telah terjadi kenaikan, dan bila di bawah 100, berarti telah terjadi penurunan.
 N Menghitung Inflasi Berdasarkan Indeks Harga
Ciri terjadinya inflasi yaitu adanya kenaikan harga barang-barang secara umum dalam suatu perekonomian. Untuk mengetahui laju inflasi atau tingkat inflasi digunakan Indeks Harga Konumen (IHK) sebagai dasar perhitungan.

Dengan demikian, Indeks harga Konsumen memiliki hubungannya yang erat dengan inflasi. Dalam menghitung laju inflasi digunakan rumus sebagai berikut:
Cara Menghitung Tingkat Inflasi Berdasarkan Indeks Harga






Diketahui:

IHK Tahun 1994 adalah 120

IHK tahun 1995 adalah 133

Ditanya: laju Inflasi tahun 1995
Cara Menghitung Tingkat Inflasi Berdasarkan Indeks Harga


Seperti sudah dibahas tentang Indeks Harga Konsumen, BPS seringkali mengubah tahun dasar yang dilakukan dengan Survei Biaya Hidup agar sesuai dengan kondisi terkini. Padahal seringkali dalam melakukan penelitian kita memerlukan series waktu yang panjang yang akan melewati periode waktu dengan tahun dasar yang berbeda. Sehingga diperlukan penyamaan tahun dasar agar tidak terjadi  kesalahan dalam hasil penelitian.

Berikut daftar tahun dasar yang digunakan BPS.

1. Sebelum April 1979, yang digunakan sebagai tahun dasar yaitu September 1966 (September 1966 = 100)
2. Mulai April 1979, digunakan istilah Indeks Harga Konsumen (sebelumnya menggunakan istilah Index Biaya Hidup). Dasarnya April 1977-Mare1978. Menggunakan pola konsumsi hasil SBH (Survei Biaya Hidup) tahun 1977/1978 di 17 ibukota propinsi (April 1977-Maret 1978 = 100)
3. Mulai April 1990-1997. IHK menggunakan tahun dasar 1988/1989. Menggunakan pola konumsi biaya hidup hasil SBH di 27 ibukota propinsi. (1988/1989 = 100)
4. Mulai Desember 1997. IHK menggunakan pola konsumsi hasil SBH di 44 kota tahun 1996. (1996 = 100)
5. Mulai Januari 2004, digunakan tahun dasar 2002. IHK dihitung berdasarkan pola konsumsi hasil SBH di 45 kota tahun 2002. (2002 =100)
6. Mulai Juni 2008, digunakan tahun dasar 2007, IHK dihitung berdasarkan pola konsumsi hasil SBH di 66 kota tahun 2007 (2007 =100)

Sebelum merubah tahun dasar, harus ditentukan terlebih dahulu tahun dasar sebagai acuan. Diperlukan juga data inflasi pada periode yang akan diubah tahun dasarnya.

Tarik Maju

Rumus ini digunakan jika tahun atau bulan IHK yang akan digunakan lebih “baru” dari tahun dasar.

Untuk contoh, kita gunakan data IHK bulanan periode 2006-2008. Berdasarkan keterangan dalam data yang digunakan BPS, tahun dasar 2007 (2007=100) mulai digunakan pada Juni 2008. Sehingga dari januari 2006-mei 2008 tahun dasar yang digunakan adalah 2005. Sekarang kita akan mengubah IHK Juni 2008-desember 2008 menjadi tahun dasar 2005.
Rumus yang digunakan adalah

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOHGscpfvpYSK2w-Wjw5okVD0v_7J2VH8laJARiayjMgUjejRSAr8QYv5I0JH1UNWo39BiEZ2E6zrGsgwyZLtp08nHueHjBHAyajOvovSCqX7u4Yn8HETgq5fXUrSu4VCNW-s6ZMQrEeQ/s1600/inf2.png

Sekarang kita gunakan IHK Juni 2008 yang sudah diubah tahun dasarnya (2005=100) untuk mencari IHK Juli 2008 (2005=100)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVZ4ebP8n1AyfUn31pipKdK58MMqPs07F5CtFtgHD4SbpZg1EM5qb8EpReMwglQ-bTSd8qsVaHePzzBd8lJMhI_NPpeRhPW5pFpcul3onPvCNrGR7QQkoeqbo_F0oFEQVYhH0m4-HQPr4/s1600/Inf3.png

Begitu seterusnya, untuk Agustus - Desember 2008 dst.


Tarik Mundur

Kebalikan dari tarik maju, tarik mundur digunakan jika tahun dasar atau bulan IHK yang digunakan lebih “lama” dari tahun dasar.

Dengan data yang sebelumnya, kita akan mengubah IHK Januari 2006-mei 2008 menjadi tahun dasar 2007.
Rumus yang digunakan adalah

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigh2-sPxaZnT6SgpA3Yi19V40Hq40FQ3h5QmGB_oO98gBAgGGcFX1LNvkahOjfNY-91gK1NI-u9mt5rbAPZNg9G1JZ0sV2A9h2jer3x_54dISV37Qi3rD0hDlmDbX2BQ3NHnyDKsyVqbQ/s1600/inf4.png

Sekarang kita gunakan IHK mei 2008 yang sudah diubah tahun dasarnya (2007=100) untuk mencari IHK april 2008 (2007=100)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikEFXN2SgDKsDgEEiCVB4jOBzPfa6edb972nudEBDsFJhDEak52qdC7XSIiuyFJyB3HGFWn886m9uzw02-_ToRp5GytnZlltTYrVETVmBf4rG5ZJaQlqxWnc5KhcNXULpZKO1wJVStBxs/s1600/inf5.png


Begitu seterusnya, untuk Januari 2006 – Maret 2008 dst.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar