A. PENGERTIAN
NONLOGAM
Nonlogam adalah
kelompok unsur kimia yang bersifat elektronegatif, yaitu lebih
mudah menarik elektron valensi dari atom lain dari pada
melepaskannya. Unsur-unsur yang termasuk dalam nonlogam
adalah:
1. Halogen
: Fluorine (F), Chlorine (Cl), Bromine (Br), Iodine (I), Astatine (At),
Ununseptium (Uus).
2. Gas
mulia : Helium (H), Neon (Ne), Argon (Ar), Krypton (Kr), Xenon (Xe), Radon
(Rn), Ununoctium (Uuo).
3. Nonlogam
lainnya : Hidrogen (H), Carbon (C), Nitrogen (N), Phosphorus (F), Oxygen (O),
Sulfur (B), Selenium (Se).
Sebagian besar nonlogam ditemukan pada
bagian atas tabel periodik, kecuali hidrogen yang terletak pada bagian
kiri atas bersama logam alkali. Walaupun hanya terdiri dari 20 unsur,
dibandingkan dengan lebih dari 80 lebih jenis logam, nonlogam merupakan
penyusun sebagian besar isi bumi, terutama lapisan luarnya.
Pada tabel periodik, unsur-unsur di daerah
perbatasan antara logam dan nonlogam mempunyai sifat ganda. Misalnya unsur
Boron (B) dan Silikon (Si) merupakan unsur nonlogam yang memilki beberapa sifat
logam yang disebut unsur metaloid.
B. SIFAT
FISIS NONLOGAM
Pada umumnya unsur
nonlogam mempunyai sifat fisis, antara lain:
1. Nonlogam tidak dapat memantulkan sinar yang datang sehingga nonlogam tidak
terlihat mengkilat.
2. Nonlogam tidak dapat menghantarkan panas dan listrik sehingga disebut
sebagai isolator.
3. Nonlogam sangat rapuh sehingga tidak dapat ditarik menjadi kabel atau
ditempa menjadi lembaran.
4. Densitas atau kepadatannya pun relatif rendah sehingga terasa ringan jika
dibawa dan tidak bersifat diamagnetik (dapat ditarik magnet).
5. Nonlogam berupa padatan, cairan dan gas pada suhu kamar. Contohnya padatan
Carbon (C), cairan Bromin (Br) dan gas Hidrogen (H).
C. SIFAT
KIMIA NONLOGAM
Sifat-sifat kimia
yang dimiliki unsur nonlogam antara lain:
1. Jika dilihat dari konfigurasi elektronnya, unsur-unsur nonlogam
cenderung menangkap elektron karena memiliki energi ionisasi yang besar untuk
membentuk anion. Contohnya, Cl- O2- N3
2. Umumnya unsur nonlogam memiliki titik leleh dan titik
didih yang relatif rendah jika dibandingkan dengan unsur logam.
3. Nonlogam memiliki 4 sampai 8 elektron dalam kulit terluar dari
atom-atomnya.
4. Nonlogam yang bereaksi dengan logam akan membentuk garam.
nonlogam + logam garam
5. Kebanyakan nonlogam
oksida yang larut dalam air akan bereaksi membentuk asam. Contohnya:
nonlogam oksida + air asam
CO2 (g) + H2O (l) H2CO3 (aq)
6. Nonlogam dapat bereaksi dengan basa membentuk garam dan air.
nonlogam
oksida + basa garam + air
CO 2 (g) + 2NaOH (aq) Na2CO3 (aq) + H2O (l)
D. PENGGUNAAN
NONLOGAM
Belerang merupakan endapan gas belerang
yang membatu. Terbentuknya
belerang karena aktifitas vulkanisme. Belerang (Su) ini banyak digunakan di
berbagai macam industri, misalnya
pupuk, kertas, cat, plastik, bahan sintetis, pengolahan minyak bumi, industri karet dan ban, industri gula pasir, aki, industri kimia, bahan peledak, pertenunan, film dan fotografi, industri logam dan besi baja, bahan korek api, obat-obatan dan lain-lain.
pupuk, kertas, cat, plastik, bahan sintetis, pengolahan minyak bumi, industri karet dan ban, industri gula pasir, aki, industri kimia, bahan peledak, pertenunan, film dan fotografi, industri logam dan besi baja, bahan korek api, obat-obatan dan lain-lain.
Belerang atau sulfur
ini tersebar di Pegunungan Ijen (Jawa Timur), Dataran Tinggi
Dieng (Jawa Tengah), dan Tangkuban Perahu (Jawa Barat).
Dieng (Jawa Tengah), dan Tangkuban Perahu (Jawa Barat).
Fosfat merupakan
bahan endapan dari kotoran kelelawar dan burung. Fosfat terdapat di daerah
karst terutama di dalam gua-gua. Pemanfaatannya digunakan untuk bahan utama
pupuk fosfat. Tersebar di Bojonegoro (Jawa Timur), Ajibarang (Jawa Tengah), dan
Bogor (Jawa Barat).
Contoh dari carbon
(C) adalah intan atau berlian. Intan dalam tingkatan kekerasan batuan,
merupakan batuan yang mempunyai tingkatan kekerasan paling tinggi, sehingga
intan bisa digunakan untuk mengiris kaca dan marmer. Intan berasal dari endapan
tumbuhan jenis pakis-pakisan yang telah mengalami proses yang sangat panjang
dan lama. Pemanfaatan utama intan ialah digunakan sebagai perhiasan. Mineral
intan tersebar di Martapura (Kalimantan Selatan),
Longiram (Kalimantan Timur), Sei Pinang (Kalimantan Tengah), dan Muara Mengkiang (Kalimantan barat).
Longiram (Kalimantan Timur), Sei Pinang (Kalimantan Tengah), dan Muara Mengkiang (Kalimantan barat).
Karbon monoksida (CO)
lebih dikenal karena sifatnya yang beracun daripada kegunaannya. Gas ini dapat
berikatan dengan haemoglobin dalam darah sehingga menghalangi fungsi utama
darah sebagai pengangkut oksigen. Gas CO tidak berwarna, tidak berbau, dan
tidak berasa. CO di udara berasal dari pembakaran tak sempurna dalam mesin
kendaraan bermotor dan industri. Beberapa penggunaan CO adalah sebagai reduktor
pada pengolahan logam, sebagai bahan baku untuk membuat methanol dan merupakan
komponen berbagai jenis bahan bakar gas.
Gas CO2 tidak
beracun, tetapi jika kadarnya terlalu besar (10-20%) dapat membuat pingsan dan
merusak sistem pernapasan. CO2 terbentuk pada pembakaran bahan bakar
yang mengandung karbon seperti batu bara, minyak bumi, gas alam dan kayu. Gas
ini juga dihasilkan pada pernapasan makhluk hidup. Karbon dioksida komersial
diperoleh dari pembakaran residu penyulingan minyak bumi. Dalam jumlah besar
juga diperoleh sebagai hasil samping produksi urea dan pembuatan alkohol dari
proses peragian. Beberapa penggunaan komersial karbon dioksida adalah karbon
dioksida padat yang disebut es kering digunakan sebagai pendingin, untuk
memadamkan kebakaran dan untuk membuat minuman ringan.
B. Contoh Bahan Non Logam
1.
Asbes
Asbes adalah suatu jenis mineral terdiri dari
asam kerbik dan magnesium yang berbentuk serat. Untuk beberapa mineral sangat
berbeda dalam komposisi, kekuatan, fleksibilitas, dan kualitas dari serat –
seratnya. Asbes dipakai untuk melapisi rem mobil. Serat asbes yang murni
dipakai untuk keperluan kimia. Tali asbes dan kain asbes banyak digunakan untuk
bermacam keperluan.
2. Plastik
Plastik merupakan bahan yang sangat penting dalam dunia permesinan dan
industri modern. Plastik adalah bahan sintetis berasal dari minyak mineral, gas
alam, atau dibuat dari bahan asal batu bara, batu kapur, udara, air dan juga
dari binatang dan tumbuh-tumbuhan. Pengolahannya dapat dikerjakan pada proses
panas dan tekanan.
Sifat-sifat plastik pada umumnya adalah sebagai berikut.
|
a.
|
Tahan korosi oleh atmosfer ataupun oleh beberapa zat kimia.
|
|
b.
|
Berat jenisnya cukup rendah, sebagian dapat mengapung dalam air.
|
|
c.
|
Cukup ulet dan kuat, tetapi kekuatannya di bawah logam.
|
|
d
|
Bahan termoplastik mulai melunak pada suhu yang rendah, sedikit mempunyai
wujud yang menarik dan dapat diberi warna, ada yang transparan
|
Sifat mekanik dari plastik adalah tidak mudah pecah dan rapuh. Beberapa
bahan plastik koefisien geseknya sangat rendah sehingga sering digunakan
sebagai bantalan kering.
Keburukan-keburukan dari plastik adalah sebagai berikut.
a. Kecenderungan memuai
yaitu menjadi lebih panjang dengan adanya beban.
b. Suhu diatas 2000 C
sifatnya menjadi kurang baik.
c. Terjadi perubahan
polimer selama pemakaian yang kemungkinan
sekali karena aksi dari sinar ultra violet. Bahan plastik dibagi dalam dua
golongan yaitu plastik termoseting dan thermoplastik.
(a). Termoseting
Bahan ini keras dan mempunyai daya tahan panas yang tinggi. Proses
pengerjaan plastik termoseting adalah sebagai berikut. Bahan baku (resin)
berbentuk biji-biji kering dan
bahan tambahan dimasukkan kedalam cetakan lalu dipanaskan hingga 1500 C,
kemudian ditekan dengan gaya
kira-kira 150 atm. bAhan ini akan mencair dan memenuhi model. Selanjutnya
dipanasi lagi hingga bahan tersebut mengeras, lalu tutup cetakan dibuka dan
benda tersebut diangkat. Proses itu berlangsung pada temperatur tinggi. Untuk
mendapatkan permukaan benda yang halus cetakan harus dipoles, terutama
digunakan dalam pembuatan alat-alat listrik, tread bushing, dan bearing
bushing.
(b). termoplastik
Thermoplastik tersusun dari molekul-molekul panjang. Jikalau molekul
panjang itu diumpakan sebagai sebuah garis yang ditarik dan kita letakkan dua
buah molekul panjang berdampingan maka memperlihatkan suatu gambaran dari suatu
termoplas dalam keadaan padat.
Jika termolas dipanaskan untuk menjaga keseimbangan maka molekul panjang
akan bergerak lebih banyak. Suhu pemanasan yang menyebabkan proses ini
dinamakan suhu pelunak. Bila termoplastik dipanaskan lebih lama, molekul
panjang akan bergerak keluar dari keseimbangannya dan berpindah tempat terhadap
satu sama lain. suhu pada saat tersebut dinamakan suhu lumer dan bahan menjadi
cair.
Antara fasa padat dan cair terdapat fasa antara tambahan, saat itu bahan
berada dalam keadaan lunak. Dalam keadaan itu bahan dikatakan plastik. Jadi
termoplastik adalah bahan yang menjadi plastis karena pemanasan dan bentuknya
dapat diubah dalam keadaan plastis itu. Bahan-bahan termoplastik adalah polietilen,
polivinil khlorida, polistiren, poliamide dan poliester.
Metode pembentukan termoplastik yaitu.
? Proses pembentukan vakum, pembentukan cara ini dilakukan
untuk komponen yang relatif besar, dalam metode ini tidak dibutuhkan cetakan
yang mahal ataupun mesin yang mahal.
? Pembentukan dengan injeksi, pembentukan injeksi khususnya
dilakukan untuk polistiren, politilen, poliamide. Resin tersebut pertama-tama
dipanaskan pada silinder pemanas kemudian ditekan melalui lubang laluan menuju
ke cetakan yang mana dengan pendinginan akan menjadi cepat padat.
? Pembentukan dengan proses ekstrusi, mesin extruder dapat juga
digunakan untuk pembentukan injeksi tetapi terutama untuk menghasilkan
bahan-bahan yang panjang seperti lembaran plastik, pelapis kabel, pipa plastik,
dan film. Ekstrusi adalah proses yang menggunakan panas dan tekanan untuk
melelehkan polietilen dan polivinil klorida yang didorong melewati cetakan
dengan ukuran yang sangat teliti pada produksi bersambung
.
(2). Bahan Isolasi
Bahan isolasi adalah bahan yang menyekat, artinya yang tidak menghantarkan.
Bahan isolasi dibedakan atas bahan penyekat listrik, penyekat suara, penyekat
getaran, penyekat panas, penyekat bangunan, dan bahan penyekat konstruksi
bangunan mesin.
(a). Bahan penyekat listrik, bahan ini harus tahan terhadap tegangan, arus
listrik dan tidak boleh menghantarkan listrik, walaupun lembabnya udara dan
buruknya keadaan suhu. Bahan-bahan penyekat listrik yaitu sebagai berikut.
Produk alam yaitu mika (kolektor) dan asbes (oven listrik). Bahan keramik
yaitu porselen dan steatif (isolator) dan kaca (lampu dan pipa). Zat cair yaitu
minyak isolasi (transformator dan kabel) dan lak isolasi (kawat).
Lapisan tekstil dan kertas yang diintgrasikan yaitu prespan (isolasi alur),
kertas isolasi (kondensator), dan tekstil isolasi (kumparan).Produk organik
sintetis yaitu polieten, polivinil klorida, polisterin
dan karet (kawat dan kabel), dan formaldehid (bahan penghubung).
(b). Bahan penyekat suara, bahan ini harus sedikit mungkin dapat ditembus suara
dan bahan ini sangat penting dalam konstruksi bangunan kapal. Zat penyekat
suara yang paling baik ialah udara dinding. Sifat ini digunakan pada konstruksi
dinding berganda yaitu terdiri dari dua dinding terpisah sama sekali. Bahan
penyekat suara yang lain adalah pelat serat kayu, pelat kumparan lunak (soft
brand plate), dan pelat jerami.
(c). Bahan penyekat getaran, bahan ini harus dapat meredam getaran dalam
konstruksi bangunan-bangunan mesin dan kendaraan. Bahan penyekat getaran yang
terpenting adalah kulit dan karet.
(d). Bahan penyekat panas, bahan ini tidak boleh menghantarkan panas dari
konstruksi bangunan gedung dan konstruksi bangunan mesin. Bahan penyekat panas
harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut.
Koefisien panas harus rendah, Daya tahan lembab yang baik, Daya tahan suhu
yang tinggi,Masa jenis yang rendah
(e). Bahan penyekat bangunan, yang baik adalah udara diam mempunyai
koefisien daya hantar yang paling rendah yaitu 0,02 J/det 0Cm.
Konstruksi dinding berlaois dimana udara diam terdapat suara yang baik, juga
bekerja sebagai isolasi panas yang sempurna. Bahan penyekat panas yang lain
ialah, kayu, pelat serat kayu, pelat gabus, pelat damar buatan, pelat beton
batu apung, pelat semen asbes, dan kertas yang dipreparasikan.
(3). Bahan Paking
Bahan paking ialah bahan yang digunakan untuk perapat ruangan yang berisi
zat cair atau gas. Sifat perapatannya dibedakan atas dua jenis yaitu;
(a). Perapat statis, adalah perapatan bagian yang tidak bergerak terhadap
satu sama lain, seperti paking tutup silinder head, karter, dan lainlainnya.
(b). Perapat dinamis, adalah perapatan bagian-bagian yang bergerak terhadap
satu sama lain. perapatan dinamis ini dapat dibedakan dalam dua kelompok, yaitu
perapatan bagian-bagian yang bergerak bolak-balik terhadap satu sama lain dan
perapatan bagian-bagian yang berputar terhadap satu sama lain.
Bahan paking dibedakan dalam kelompok bukan metalik, setengah metalik dan
metalik.
(a). Bahan paking bukan metalik.
- Alat perapat statis
? Kertas dan karton, bahan yang terbuat dari campuran serat
yang ditambah dengan perekat dan bahan pengisi. Sebagai serat digunakan serat
kayu, serat kain tua, serat jerami dan serat kertas tua.
? Fiber, bahan terdiri dari lapisan-lapisan kertas yang
diimpregnasikan (dijenuhkan) dengan damar buatan, fiber ini biasanya digunakan
sebagai paking pelat .
? Gabus, bahan ini berasal dari kulit pohon gabus. Gabus ini
diikat berupa pelat dan digunakan sebagai paking pelat.
- Alat perapat statis dan dinamis
? Kulit, adalah bahan kulit binatang yang disamak dengan asam
krom mineral dinamakan kulit krom. Kulit selain dipakai dalam bentuk gelang
juga paking pelat-pelat, terutama digunakan dalam bentuk manset sebagai paking
perapat untuk batang.
? Karet, bahan ini terbuat dari karet alam dan jenis karet
sintetis karena kekenyalanya yang besar termasuk bahan paking yang terbaik.
Akan tetapi bahan paking ini hanya sesuai untuk media tertentu yaitu pada suhu,
tekanan, dan kecepatan yang tidak terlampau tinggi. Paking karet digunakan
untuk perapat pipapipa air, dan lain-lain.
? Asbes, adalah silikat magnesium yang ditemukan di alam dalam
bentuk serat. Dalam bentuk itu daya tahan suhunya kira-kira 500 0C,
akan tetapi, asbes biasanya diberi campuran karet dan grafit. Asbes digunkan
sebagai paking pelat dan paking sumbat tabung, paking ini dibuat dalam berbagai
bentuk.
? Politetrafluoreten, ialah plastik termoplastis dalam keadaan
murni daya tahan kimianya baik dan daya tahan suhunya kira-kira 260 0C
akan tetapi, bahan ini sering juga ditambahkan kepada asbes sebagai bahan
impegnasi. Politetrafluoereten digunakan sebagai paking pelat dan paking sumbat
tabung dan terseia dalam berbagai macam bentuk.
(b). Bahan paking setengah metalik.
- Alat perapat statis Karet dengan kasa tembaga, tersedia dalam bentuk palet. Asbes dengan kasa tembaga, paking ini terdiri dari kain asbes yang ditenun dengan tembaga. Keseluruhannya diimpregnasikan dengan suatu massa tahan panas dan kemudian diberi grafit pada salah satu sisi atau kedua belah sisinya. Asbes dengan kasa baja, pada kedua belah sisi kasa baja yang ditenun rapat dan kuat ditempelkan dengan tekanan tinggi suatu lapisan tipis.
- Asbes dengan salut tembaga yang tipis, asbes diberi sati lapisan tipis salut tembaga dan dapat diperoleh sebagai barang jadi (gelang dan paking kepala).
(c). Bahan paking metalik
? Alat perapat statis, terbuat dari baja, tembaga, loyang,
timbel, aluminium, dan nikel. Bahan ini digunakan dalam bentuk gelang persegi
panjang, bulat, bulat telur, bentuk lensa, atau bentuk lain yang diinginkan.
? Alat perapat dinamis terbuat dari bahan logam putih yang
digunakan sebagai paking sumbang tabung dalam berbagai bentuk.